Ketika Anda memasuki masa kehamilan maka tidak hanya bentuk fisik dari tubuh yang mengalami perubahan. Kerja organ di dalam tubuh dalam menghasilkan hormon juga memiliki perbedaan. Keberadaan hormon yang diproduksi selama kehamilan memiliki manfaat untuk perkembangan janin. Ini jenis-jenis hormon yang diproduksi saat masa kehamilan.


1.      Hormon Human Chorionic Gonadotropin

Hormon kehamilan yang diproduksi di plasenta adalah Hormon human chorionic gonadotropin. Fungsi dari hormon ini yaitu membantu menjaga kehamilan dan perkembangan janin di dalam kandungan. Berfungsi juga sebagai penanda kehamilan dan kesehatan janin yang ada di kandungan. Jika mengalami kondisi yang abnormal akan menyebabkan keguguran.

Ketika kadar hormon HCG rendah maka Anda akan berisiko terkena kehamilan estopik, kematian bayi, dan berisiko memiliki usia kehamilan lebih singkat dari perkiraan. Jika Anda memiliki kadar HCG yang sangat tinggi maka berisiko memiliki kehamilan kembar, kehamilan molar, dan memiliki usia kehamilan lebih panjang daripada perkiraan.

2.      Hormon Human Placental Lactogen

Saat kehamilan Anda telah berusia 6 minggu maka plasenta akan memproduksi hormon human placental lactogen. Hormon ini memiliki nama lain human chorionic somatomammotropin yang berperan dalam menyiapkan nutrisi sesuai kebutuhan janin. Berfungsi juga untuk merangsang kelenjar susu pada payudara Anda hingga tibanya masa menyusui.

3.      Hormon Estrogen

Sebelum masa kehamilan terjadi pada wanita hormon estrogen telah diproduksi di dalam tubuh. Hanya saja ketika hamil kadar estrogen di dalam tubuh Anda akan diproduksi lebih banyak dengan peningkatan secara signifikan. Anda juga akan mengalami perubahan pigmentasi kulit pada masa kehamilan yang merupakan kerja dari hormon estrogen.

Meningkatnya produksi kadar estrogen pada tubuh Anda akan menimbulkan rasa mual pada terutama trimester pertama. Pada trimester kedua produksi hormon estrogen juga akan berperan dalam pembesaran saluran susu di payudara. Hormon estrogen selama kehamilan akan berfungsi untuk memperbaiki sistem aliran darah atau pembentukan pembuluh darah di dalam tubuh Anda.

Berfungsi untuk membantu pemberian nutrisi sesuai kebutuhan tumbuh kembang janin agar berkembang dengan baik. Anda juga perlu mengonsumsi susu untuk mendukung pertumbuhan janin dengan kandungan asam folat yang bermanfaat untuk memelihara pertumbuhan dan perkembangan janin.

Anda bisa mendapatkan susu dengan kandungan asam folat di toko perlengkapan ibu dan bayi. Berbelanja dengan mudah dan murah dengan mendapatkan diskon lebaran 2018 dari 6% hingga 18%. Anda dapat memilih rasa yang tersedia sesuai selera Anda.

4.      Hormon Progesteron

Peningkatan produksi hormon progesteron selama masa kehamilan akan membuat tumbuhnya rambut-rambut halus pada payudara dan perut Anda. Gejala seperti pusing selama kehamilan karena tekanan darah yang rendah, mulas, mual, dan sembelit yang terjadi juga merupakan penyebab dari peningkatan hormon progesteron.

Selama masa kehamilan hormon ini sangatlah penting karena berfungsi untuk menjaga otot rahim Anda agar tetap rileks selama masa kehamilan. Kemudian juga berfungsi untuk menjaga ketebalan dinding rahim selama janin berkembang dan menjaga sistem kekebalan tubuh selama kehamilan.

5.      Oksitosin dan Prolaktin

Hormon yang berfungsi untuk merangsang kelenturan leher rahim pada akhir kehamilan adalah kerja hormon oksitosin sebagai persiapan proses persalinan. Fungsi lain hormon ini untuk menstimulasi puting susu dalam memproduksi ASI. 

Hormon prolactin selama masa kehamilan akan mengalami peningkatan sebanyak 10 hingga 20 kali lipat. Fungsi hormon ini yaitu untuk mempersiapkan jaringan payudara untuk memproduksi ASI sehingga dapat memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan hingga berusia 2 tahun.

Hormon yang diproduksi oleh tubuh selama kehamilan harus didukung dengan mengonsumsi makanan bergizi. Jika Anda mengalami asupan nutrisi yang tidak terpenuhi maka tubuh akan mengalami hambatan untuk memproduksi hormon yang dibutuhkan selama kehamilan.